Peraturan Untuk Dilanggar

Peraturan untuk dilangggar..?
Sebenarnya tidak begitu, tergantung masing-masing pribadi. Tergatung dari pribadi tersebut apakah peraturan tersebut menghasilkan keuntungan atau tidak, atau apakah peraturan itu sesuai dengan apa yang dia harapkan, atau alasa lain.
Kalau orang sudah berpikir seperti itu mustahil peraturan akan ditaati oleh semua orang. Karena tidak mungkin peraturan dapat menguntungkan semua pihak dan sesuai dengan harapan oleh semua pihak. Pasti ada yang merasa tidak cocok dengan peraturan tersebut.
Biasanya setelah pihak-pihak yang tidak diuntungkan akan mengalah atau terkalahkan oleh suara terbanyak dan mereka dipaksa untuk mentaatinya.
Tapi itukan bisa menghalangi jalan menuju goal mereka? Yah, Kalau sudah begitu peraturan itu akan dilanggar sedikit sedikit.
Sebenarnya saya secara pribadi saya(kalau dalam posisis mimoritas) tidak terlalu mempermasalahkan peraturan tersebut. Selama peraturan itu tidak membebani ya tidak masalah. Tapi lain jika peraturan itu adalah peraturan adalah peraturan kantor(yang seperti militer). Mau tidak mau, setuju tidak setuju harus dipatuhi. Sudah SOP-nya yang seperti itu, salah saya sendiri (akan)kerja di tempat yang seperti itu.
Contohnya seperti prosedur untuk pemeriksaan barang(di tempat penimbunan). Pemeriksaan barng dilakukan secara acak. Dalam penjelasannya, barang tersebut diacak dengan computer dan hanya barang yang telah ditunjuk oleh computer tersebut yang dapat diperiksa. Kalau ada barang yang mencurigakan atau ada pengaduan kecurigaan barang para petugas tidak berhak melakukan pemeriksaan. Diperaturan tersebut keleluasaan para pemeriksa telah dibatasi. Para petugas tesebut tidak bisa tidak patuh pada peraturan. Kalau tidak mereka bisa kena hukuman dari Internal Affair instansi tersebut. Sebernanya mereka bisa, kalau mereka mengajukan surat permohon pemeriksaan kepada kepala kantor(ini tidak ada juga dalam peraturan, tapi sebagai kepala kantor dia bisa memberi ijin). Dalam kerja di lapangan banyak terjadi pemeriksaan sendiri oleh para petugas. Bahkan dengan trik-trik yang melanggar hukum. Celakanya trik-trik tersebut diajarkan di pendidikan tingkat lanjut para petugas tersebut.
Untuk apa ada peraturan? Peraturan dilanggar oleh yang membuat peraturan. Kenapa? Ya karena ketidak flesibel-an dari peraturan tersebut. Mungkin juga peraturan tersebut dibuat untuk dapat melindungi trik-trik mereka tadi. Maksudnya, mungkin orang tidak akan berpikir bahwa trik itu akan dilakukan oleh pejabat tersebut. Atau mungkin saja peraturan itu dibuat untuk mencari keuntunggan. Maksudnya, akan banyak orang berpikir peraturan ini adalah celah dan mereka akan berbuat curang, ketiak mereka ditangkap merekan akan kena denda(kalau ini yang mereka pikirkan, betapa bodohnya yang membuat peraturan itu).
Seperti yang telah dicontohkan, peraturan itu dilanggar karena peraturan itu menghalangi gerak orang yang ‘diikat’ oleh peraturan tersebut.
Kalau itu contoh dari peraturan dalam lingkungan’semi’-militer dan sejenisnya. Bagaimana dengan peraturan berlalu-lintas? Padahal peraturan tersebut dibuat untuk melindungi para pengguna jalan. Kenapa masih ada yang tidak taat? Kalau melanggar akan celaka sendiri.
Kalau yang itu menurut saya, meraka mengikuti pepatah “melanggar peraturan itu keren”. Para pembangkang yang keren. Seperti kejadian mei ’98, waktu itu saya masih SD. Saya melihat(dan ikut dalam) mereka ikut mengorasikan ejekkan pembangkangan kepada presiden saat itu. Dalam kasus itu saya melihat pembangkangan itu keren. Teriakan ‘breakthrough’. Padahal mereka tidak mengerti hanya ikut-ikutan saja. Kejadiannya sama seperti ‘keren’ kalau bisa melawan polisi. Mungkin dia dipaksa untuk patuh dia bosan kemudian dia melanggar aturan, temannya menganggap hal ‘gila-gilaan’ seperti itu keren dan tersebarlah hal yang ‘keren’ itu
Lain jadinya kalau dia melihat banyak orang yang menaati peraturan, mungkin dia akan berpikir kalau menaati peraturan keren.
Kadang peraturan juga membuat orang ‘tertantang’ untuk melihat celahnya. Seperti kejadian saat banyak blog-blog yang di-blok karena berisikan hal-hal berbau porno. Para pemilik blog tersebut mebuat blog-blog lainya yang kontennya disamarkan. Karena sebelumnya sudah ada peringatan konten porno tersebut disimpan dulu atau dihapus sendiri agar tidak diblok. Setelah suasana aman mereka meneriakan ‘we strike back’ dan memulai aksi mereka. Sama halnya juga dilakukan oleh para awak kapal. Dalam UU Cukai dan Pabean dikatakan bahwa awak kapal diberi pembebasan cukai terhadap minuman mengandung etil-alkohol(MMEA) sebanyak 350ml. Para awak kapal tentunya sering keluar masuk daerah pabean. Misalkan saja dalam satu minggu awak tersebut 2kali keluar masung berarti dia bisa memasukan 750ml dalam seminggu dan 3.000ml dalam sebulan. Jika dalam satu kapal ada 10 awak maka dalam sebulan mereka bisa memasukan 30.000ml MMEA. Hal ini bisa jadi usaha sampingan untuk awak kapal tersebut. Apalagi jika berang tersebut dijual bercampur dengan barang resmi seperti di pub atau diskotik. Berapa kerugian masyarakat(cukai prinsipnya untuk melindungi masyarakat bukan sebagai pendapatan)?
Saya sebenarnya bukan orang yang suka peraturan. Sebenarnya itu tergantung dari pribadi masing-masing kalau mereka mau komitmen pada peraturan mereka. Tapi kalau peratuaran itu sudah menghalangi jalanku ya sebisanya ‘ditembus’.

1 Response to “Peraturan Untuk Dilanggar”


  1. 1 bumikitta Februari 20, 2009 pukul 11:07 pm

    Kisah di suatu hari:


    Di suatu rumah yang ada di negeri antah-ber-antah hiduplah tiga anak, dua laki-laki(pria)(dalam kisah ini disebut “A” dan “B” dan seorang anak perempuan. Dirumah itu terdapat peraturan yang mengatur pembagian tugas mengurusi rumah. Tugas dibagi menjadi dua bagian besar untuk kedua laki-laki yang tinggal di situ.
    Tugas yang pertama: mencuci piring, dan mencuci kain.
    Tugas yang kedua: memasak nasi, memberi makan peliharaan, menyapu+pel lantai.
    Selain dari tugas tadi pembagiannya tidak begitu beraturan dan menunggu ‘orderan’.
    Tugas itu dikerjakan dengan melakukan pergantian kerja selama seminggu. Jadi jika tuga yang pertama dikerjakan minggu ini, maka minggu depan tugas kedua. Kebijakan tersebut dilakukan agar bila ada kesibukan lain yang lebih prioritas, tugas rumahnya bisa ditunda sementara. Kecuali tugas tersebut pada hari sabtu harus diselesaikan sebelum jam 12 malam.
    Minggu ini si-A bertugas untuk melakukan pekerjaan yang pertama. Dia melakukannya dengan baik. Karena dia memiliki kebiasaan untuk tidak bekerja berat pada malam hari, dia menunda pencucian sampai pagi hari sekitar pukul 4.30a.m dengan tujuan belum ada yang bangun. Dia berpikiran kalau ada yang bangun nanti piring kotornya akan bertambah.
    Minggu berikutnya si-B betugas mengerjakan tusa yang pertama menggantikan tugas si-A. Dia juga melaksanakannya dengan baik. Dia juga memiliki kebiasaan sama: malas bekerja pada malam hari. Pada hari sabtu malam ia juga menunda pekerjaannya sampai pagi. Sewaktu pagi si-B terbangun agak siang karena hari minggu. Ketika dia mencuci piring dia hanya mencuci piring yang dipakai pada hari sabtu(+hari-hari sebelumnya yang belum sempat dicuci.)
    Melihat tindakan si-B, si-A menjadi marah.
    “hei, itukan piring kotor tugas mu! kenapa ga dicuci!?” kata si-A.
    “tugaskan dibagi perminggu, jadi tugasku ya sampai hari sabtu aja ‘kan?” balas B
    enak aja kaya’ gitu. jadi kalo gitu kenapa ga kau tunda aja kerja kau sampai minggu depan lagi, bulan depan, tahun depan HAH. toh itu tetap menjadi tugas mu?” kata si-A.
    “ya suka-suka aku ‘kan. lagi pula peraturannya yang seperti itu mau bagai mana lagi?” kata si-B sambil pergi.
    “Hei AN**NG!!!” si-A mulai emosi. KA-BUUM KA-CHIIIN ADUHH UHH…..OH……NGHHHH
    Setelah itu mereka bertengkar.

    Apa yang terjadi? Si-A dan si-B menjalankan tugas mereka dengan baik. Si-A berpikir untuk membuat peraturannya sendiri yaitu seperti ‘hukuman’ untuk dirinya sendiri jika ia melanggar peraturan. Ia akan mencuci semua piring yang ada jika piring tersebut belum selesai dicucinya.
    Tetapi si-B tidak. Ia tidak mau menghukum dirinya. dia hanya melakukan tugasnya saja.
    Kadang peraturan yang kita buat tidak bisa kita paksakan ke orang lain. Walaupun jengkel seperti ketika orang bisa mencontek sedangkan kita tidak karena peraturan kita, dan ia tidak kena hukuman apapun untuk itu. Orang yang datang ke kantor terlambat tapi tidak kena pemotongan TC.


    “kita tidak bisa mengharapkan orang bertindak sesuai kemauan kita, tapi kau bisa memaksa dia dengan tindakan teladanmu dan pancaran aura ilahi-mu.” (afro bumi)

    —————————–
    catatan: tulisan ini bukan curhat.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




About me

me

I am currently 25 years old. Some old post maybe not relevant to current situation, and will not be updated. you may look for comment section or ask me anything.

timeline

Februari 2009
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  

Kategori

GALLERY

Eid Mubarak Illya
Eid Mubarak Illya
full size

Happy Birthday Miku

full size

Contact

aacom_jaksen@yahoo.com

bumikitta.wordpress.com

Arsip


%d blogger menyukai ini: