Membawa Uang Tunai Keluar Daerah Pabean

Ketentuan pembawaan uang tunai sesuai BI ke luar daerah pabean
Setiap orang yang membawa uang tunai berupa rupiah sejumlah Rp. 100.000.000  (seratus juta) atau lebih , atau mata uang asing yang nilainya setara  dengan itu,  keluar  dari  Daerah  Pabean  wajib  memberikan  laporan
kepada Pejabat Bea dan Cukai. Isi laporan yang diserahkan berupa :

  1. Pemberitahuan Pembawaan Mata Uang Tunai Keluar Daerah Pabean (BC 3.2 ) jika dibawa langsung oleh penumpang
  2. Pemberitahuan Ekspor Barang (BC 3.0) jika diekspor sebagai barang kargo atau melalui Perusahaan Jasa Titipan (PJT)

Jika yang dibawa mata uang tunai berupa rupiah maka laporan wajib dilampiri dengan izin Bank Indonesia.

Setiap orang yang membawa uang tunai berupa rupiah sejumlah Rp. 100.000.000 (seratus juta ) atau lebih atau mata uang asing yang nilainya setara dengan itu, ke dalam Daerah Pabean wajib memberikan laporan kepada Pejabat Bea dan Cukai.
Pihak Pejabat Bea dan Cukai juga memiliki kewenangan untuk memeriksa keaslian uang yang dibawa oleh setiap yang keluar atau masuk daerah pabean (sesuai KEP – 70/BC/2001 ).
Pihak Bank Indonesia juga menentukan tata cara membawa Uang Rupiah masuk ke wilayah Pabean Republik Indonesia, hal tersebut dimuat dalam Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 6/22/DLN sebagaii penjelas dari Peraturan Bank Indonesia Nomor 4/8/PBI/2002 yang mana tata caranya adalah sbb :

  1. Setiap orang yang membawa Uang Rupiah sebesar Rp. 100.000.000,- (seratus juta) atau lebih masuk Wilayah  Pabean  Republik  Indonesia,  wajib  terlebih dahulu memeriksakan keaslian Uang Rupiah kepada Petugas Bea dan Cukai di tempat kedatangan
  2. Apabila pada saat dilakukannya pemeriksaan keaslian Uang Rupiah oleh Petugas Bea dan Cukai di tempat kedatangan dijumpai adanya Uang rupiah yang diragukan keaslianya, maka petugas Bea dan Cukai dapat meminta klarifikasi secara tertulis dengan menyampaikan Uang Rupiah yang diragukan keasliannya tersebut secara lengkap kepada Bank Indonesia.

Jika  melanggar ketentuan tersebut maka dikenakan sanksi administrasi sebesar 10% dari jumlah uang yang dibawa. Kemudian selanjutnya barangsiapa yang tidak mengindahkan ketentuan tersebut maka dapat diberikan sanksi pidana.

Tata Laksana Pembawaan Uang

  1. Wajib pemeriksaan keaslian rupiah kepada Pejabat Bea dan Cukai. (Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor : 01/BC/2005);
  2. Wajib dilampiri izin Bank Indonesia apabila yang dibawa keluar adalah Rupiah. (Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor : 01/BC/2005);
  3. Setiap orang yang membawa uang tunai RP 100 juta atau lebih, atau mata uang asing yang nilainya setara dengan itu keluar dari daerah pabean wajib memberikan laporan kepada Pejabat Bea dan Cukai dengan menggunakan formulir BC 3.2 atau formulir PEB (BC 3.0) jika diekspor sebagai barang kargo atau melalui Perusahaan Jasa Titipan (PJT). (Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor : 01/BC/2005). Diperiksa atas: kebenaran pemberitahuan (BC.3.2/3.0), Jumlah uang tunai, dan IJIN BI
  4. Setiap orang yang membawa uang tunai RP 100 juta atau lebih, atau mata uang asing yang nilainya setara dengan itu ke dalam daerah pabean wajib memberikan laporan kepada Pejabat Bea dan Cukai dengan menggunakan formulir BC 2.2 (jika penumpang) atau formulir 2.0 (kargo) atau formulir BC 2.1 (PJT). (Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor : 01/BC/2005). Diperiksa : keaslian uang oleh pejabat bea cukai di tempat kedatangan.

Tata laksana membawa uang tunai masuk atau keluar Daerah Pabean wilayah pabean Republik Indonesia berguna untuk mendukung efektifitas kebiijakan moneter. Efektifitas kebijakan moneter diperlukan dalam memelihara kestabilan nilai rupiah. Serta dengan adanya tata laksana ketentuan pembawaan uang tunai ini juga mencegah terjadinya tindakan money laundering oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Money laundering intinya adalah tindakan mengubah uang hasil kejahatan menjadi kelihatan bersih dalam sistem keuangan. Salah satu cara yang digunakan untuk melancarkan tindakan money laundering ini adalah dengan membawanya ke luar negeri atau luar daerah pabean lainnya. Dampak lain dari money laundering ialah   instabilitas  keuangan dunia, distorsi ekonomi dunia dan kemungkinan  gangguan  terhadap jumlah  uang  yang beredar. Dengan globalisasi di sektor perbankan dan sistem perdagangan internasional, praktek money laundering melibatkan antar negara di dunia, sehingga money laundering  merupakan kejahatan transnasional (lintas negara). Oleh karena itu Tata Laksana Pembawaan uang tunai tersebut perlu diawasi oleh pihak Bea dan Cukai kerjasama dengan Bank Indonesia sehingga kelak tidak menggangu perekonomian nasional maupun internasional.

0 Responses to “Membawa Uang Tunai Keluar Daerah Pabean”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




About me

me

I am currently 25 years old. Some old post maybe not relevant to current situation, and will not be updated. you may look for comment section or ask me anything.

timeline

Maret 2009
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Kategori

GALLERY

Eid Mubarak Illya
Eid Mubarak Illya
full size

Happy Birthday Miku

full size

Contact

aacom_jaksen@yahoo.com

bumikitta.wordpress.com

Arsip


%d blogger menyukai ini: