Perjalanan Barang Dari Tidak Dikuasai sampai Menjadi Milik Negara

Perjalanan Barang Dari Tidak Dikuasai sampai Menjadi Milik Negara

Barang yang tidak dikuasai
Barang yang dinyatakan tidak dikuasai adalah

  1. barang yang ditimbun di TPS yang melebihi jangka waktu 30 hari sejak penimbunannya
  2. barang yang tidak dikeluarkan dari TPB yang telah dicabut ijinnya dalam jangka waktu 30 hari sejak pencabutan ijin
  3. Peyebab pencabutan ijin penyelenggara:

    • tidak melunasi utangnya dalam jangka waktu yang ditetapkan
    • tidak mampu lagi menjalankan usaha TPB tersebut

    Setelah ijin dicabut maka harus:

    • melunasi semua Bea Masuk yang terhutang
    • mengekspor kembali barang yang masih ada di dalam TPB, atau
    • memindahkan barang ke TPB lain
  4. barang yang dikirim melalui pos:
    • yang ditolak oleh si alamat atau oran yang dituju dan tidak dapat dikirim kembali kepada penngirim diluar Daerah Pabean
    • dengan tujuan luar Daerah Pabean yang diterima kembali karena ditolak atau tidak dapat disampaikan ke alamat yang dituju, dan tidak dapat diselesaikan oleh pengirim dalam jangka waktu 30 hari sejak diterimanya pemberitahuan dari kantor pos

Barang yang tidak dikuasai tersebut disimpan di TPP(Tempat Penimbunan Pabean dengan BCF 1.5 disampaikan ke pengelola atau kasi. TPP.

Barang yang dinyatakan tidak dikuasai oleh pejabat Bea dan Cukai segera diberitahukan secara tertulis kepada pemiliknya bahwa barangnya akan dilelang jika tidak segera diselesaikan dalam jangka waktu 60 hari sejak barang tersebut disimpan di TPP.

Kecuali:

  • yang busuk segera dimusnahkan
  • yang karena sifatnya tidak tahan lama, merusak, berbahaya, dan pengurusannya memerlukan biaya tinggi dapat segera dilelang dengan memberitahukan secara tertulis kepada pemilik barang.
  • barang yang dilarang dinyatakan menjadi milik Negara, atau
  • merupakan brang yang dibatasi disediakan untuk diselesaikan oleh pemiliknya dalam jangka waktu 60 hari sejak disimpan di TPP.
  • Sepanjang belum dilelang (dua hari sebelum pelelangan) barang tersebut oleh pemiliknya dapat:

  • diimpor untuk dipakai setelah BM dan biaya lainnya yang terutang dilunasi
  • diekspor kembali setelah biaya yang terutang dilunasi
  • dibatalkan ekspornya setelah biaya yang terutang dilunasi
  • diekspor setelah biaya yang terutang dilunasi
  • dikeluarkan dengan tujuan TPB setelah biaya yang terutang dilunasi
  • Hasil lelang setelah dikurangi BM yang terutang dan biaya yang harus dibayar, sisanya disediakan untuk pemilknya. Dan diberitahukan secara tertulis oleh pejabat BC dalam waktu 7 hari setelah tanggal pelelangan. Jika sisanya tidak diambil oleh pemilik barng maka akan menjadi milik Negara setelah lewat jangka waktu 90 hari sejak tanggal pemberitahuan.

    Barang yang dikuasai Negara
    Barang yang dikuasasi Negara adalah:

    1. barang yang termasuk barang Larangan dan Pembatasan untuk diimpor atau di ekspor yang tidak diberitahukan atau diberitahukan secara benar
    2. barang dan/atau sarana pengangkutyag ditegah oleh pejabat BC
    3. barang dan/atau sarana pengangkutan yang ditinggal oleh pemilik yang tidak jelas

    Pejabat BC secara tertulis memberitahukan kepada pemiliknya dengan menyebutkan alasan dan barang selama 30 hari sejak sisimpan di TPP.

    Barang yang dinyatakan dikuasai Negara yang:

  • busuk segera dimusnahkan
  • yang karena sifatnya tidak tahan lama, merusak, berbahaya, dan pengurusannya memerlukan biaya tinggi sepanjang bukan sebagai barang LARTAS dapat segera dilelang dengan memberitahukan secara tertulis kepada pemilik barang.
  • barang LARTAS dinyatakan sebagai milik Negara
  • Barang dan Sarana Pengangkut dapat diserahkan kembali kepada pemiliknya dalam jangka waktu 30 hari sejak penyimpanan di TPP dalam hal:

  • BM yang terutang telah dibayar, dan apabila merupakan barang LARTAS telah diserahka dokumen yang diperlukan sehubungan dengan barang impor-ekspor LARTAS, atau
  • dan telah diserahkan sejumlah uang ditetapkan oleh menteri sebagai ganti barang yang besarnya tidak melewati harga barang
  • Pemilik barng dan/atau sarana pengangkut dapat mengajukan keberatan secara tertulis kepada menteri dalam jangka waktu 30 hari sejak diberitahukan oleh pejabar BC dengan menyebutkan alasn dan bukti yang memperkuat keberatannya. Dan jika dalam waktu 90 hari Menteri tidak memberikan respon keberatan dianggap diterima.

    Barang yang menjadi milik Negara
    Barang yang menjadi milik Negara adalah:

    1. barang larangan yang tidak dikuasai
    2. barang yang tidak diselesaikan dalam jangka waktu 60 hari di TPP
    3. barang yang ditegah yang pelakukanya tidak dikenal
    4. barang yang ditinggalkan di KP dan tidak diselesaikan dalam waktu 30 hari di TPP.
    5. barang LARTAS
    6. barang dan/atau sarana pengangkut yang berdasarkan keputusan hakim yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dinyatakan dirampas untuk Negara
    7. Barang yang menjadi milik Negara merupakan kekayaan Negara dan disimpan di TPP.

    13 Responses to “Perjalanan Barang Dari Tidak Dikuasai sampai Menjadi Milik Negara”


    1. 1 cool April 27, 2011 pukul 1:52 am

      thx man berguna bagi yang membutuhkan sebagai wawasan!!!

    2. 2 Rere Februari 6, 2012 pukul 4:12 pm

      apa yang terjadi bila barang yang sudah dinyatakan sebagai barang tidak dikuasai , dan telah melewati 60 hari sejak disimpan di tempat penimbunan pabean? apakah berarti menjadi barang lelang?

      kesalahan pertama saya yaitu tidak memliki ijin impor, namun juga tidak pernah melakukan impor barang sendiri. Dimana seharusnya impor barang menggunakan jasa emkl namun yang terjadi ada kekeliruan pada B/L , Invoive, serta Packing List oleh pihak consignee. yaitu menggunakan beneficiary perusahaan saya.

      Apa dampaknya terhadap perusahaan saya? karena kesalahan pada human error pembuat dokumen yang diperlukan oleh pihak pabean disini.apakah masih bisa menggunakan dokumen penunjang (yang dimaksud adalah surat pernyataan masuk impor pertama kali)?

      mohon pencerahannya.

      trims.

      notes: kejadian ini masih terjadi saat sekarang

    3. 3 afrobumi Februari 6, 2012 pukul 6:30 pm

      apa yang terjadi bila barang yang sudah dinyatakan sebagai barang tidak dikuasai , dan telah melewati 60 hari sejak disimpan di tempat penimbunan pabean? apakah berarti menjadi barang lelang?

      tidak serta-merta dilelang, pastinya sih jadi barang milik negara

      kesalahan pertama saya yaitu tidak memliki ijin impor, namun juga tidak pernah melakukan impor barang sendiri. Dimana seharusnya impor barang menggunakan jasa emkl namun yang terjadi ada kekeliruan pada B/L , Invoive, serta Packing List oleh pihak consignee. yaitu menggunakan beneficiary perusahaan saya.

      yang ingin saya tanyakan sekarang: mengapa barang anda ada di TPP sampai 60hari? Kalau anda mengimpor dengan jasa ekspedisi memang tidak ada yang mewajibkan anda memiliki ijin impor (karena importirnya pihak ekspedisi) namun kan biasanya dalam importasinya pihak ekspedisi akan meminta ijin impor barangnya.
      kalau boleh tau barangnya apa ya?
      Soal pada invoice, dll, sudah memang seharusnya menggunakan beneficiary perusahaan anda (anda tetap sebagai consignee, walaupun importirnya pihak emkl) . karena yang bertransaksi kan perusahaan anda. pihak EMKL hanya jasa ekspedisi saja.

      Apa dampaknya terhadap perusahaan saya? karena kesalahan pada human error pembuat dokumen yang diperlukan oleh pihak pabean disini.apakah masih bisa menggunakan dokumen penunjang (yang dimaksud adalah surat pernyataan masuk impor pertama kali)?

      Maksudnya apa? soal dampak ke perusahaan anda, tergantung kesalahan apa yang anda lakukan sekarang? semua barang yang melalui jasa ekspedisi seharusnya menjadi tanggung jawab pihak ekspedisi.

      Maaf kalau jawabannya kurang memuaskan.

    4. 4 rere Februari 7, 2012 pukul 3:26 pm

      barangnya tripod safety (seperti tripod kamera cm lebih besar, digunakan untuk menurunkan barang berat bahkan orang) dan saya mengimpornya secara LCL

      “Maksudnya apa? soal dampak ke perusahaan anda, tergantung kesalahan apa yang anda lakukan sekarang? semua barang yang melalui jasa ekspedisi seharusnya menjadi tanggung jawab pihak ekspedisi.”

      dampaknya bila saya sudah mendapatkan surat bahwa barang tsb sudah termasuk menjadi barang tidak dikuasai.
      awalnya yang terjadi karena ada pihak EMKL -hanjin shipping – menghubungi saya untuk menawarkan jasanya nama orang tersebut bpk.Thomas, beliau mencoba untuk menawarkan jasa mengeluarkan barang saya karena suadh kepalang basah dari awalnya “salah menggunakan nama beneficiary” dimana seharusnya menggunakan nama PT/CV dari EMKL, dari pihak shipper menggunakan nama perusahaan saya dimana tidak memiliki ijin untuk mengimpor barang. dan barang tersebut sudah tiba terlebih dahulu di port of Priok.
      Sebenarnya bisa di re-ekspor dari awal, namun karena adanya indikasi yang tidak baik dari pihak EMKL -hanjin shipping “agency”- dimana ada penawaran all in barang keluar sejumlah yang tertera namun saat saya cek ternyata perusahaan tersebut bukan lah pihak Hanjin Shipping. di belakangnya ada embel-embel “agency” itupun ada terlihat di fax bukan di kop suratnya. maka saya menanyakan bila memang bisa borongan seperti biasanya di urus lah barang tersebut sampai delivery di tempat. namun yang terjadi hanyalah mendesak meminta saya untuk transfer sejumlah uang yang ada dalam penawaran. saya tidak setuju yang mengakibatkan adanya kemarahan dari bapak Thomas ini dan mengancam, barang tersebut tidak akan bisa keluar dengan mudah… selang berapa hari itu sudah menyita waktu yang membuat barang tersebut sudah terlambat untuk di re-ekspor. barang tersebut ada di gudang tempat penyimpanan sementara pihak logistik di Jakarta.
      Beberapa emkl mencoba menawarkan tawaran yang harganya 2x lipat dari harga barang tersebut. Tentu saja karena barang tersebut ada “faulty” dimana nama beneficiary-nya tidak memiliki ijin impor. Bahkan ada yang mau mencoba melayangkan surat permohonan ijin impor pertama kali sehingga bisa diurus namun yang terjadi barang tersebut sudah terlampau lama di gudang logistik yang di pelabuhan. Baik pihak emkl maupun pabean mengetahuinya yang membuat “menurut para emkl” menjadi lebih sulit untuk dikeluarkan. Saya tidak meminta untuk menyelundupkan, saya meminta dengan resmi karena ini semua ada kaitan dengan perusahaan bukan dengan pemesan (tim saya) saja.
      Saya tidak tahu apakah benar karena dari kesalahan saya lalu di blow up dan menjadi sulit sehingga dari para emkl tidak bisa mengeluarkannya atau karena di “utak-atik” sehingga mengakibatkan menajdi sulit keluar.
      Saya menjadi takut bukan karena dari tim kami yang akan dikejar-kejar namun karena ini terjadi dengan menggunakan nama perusahaan. Sampai saat ini tim kami sudah bubar, karena kasus itu Fraud yang terjadi mengakibatkan seluruhnya ditanggung oleh saya sendiri. Tanggung jawab tetap berjalan, karena saya tahu itu termasuk kesalahan saya.
      Yang saya mau tanyakan apabila barang itu dikuasai oleh pemerintah ataupun dilelang, apakah nantinya perusahaan yang dulu saya bekerja itu akan terkena sanksi nya? seperti D/O , dan sewa gudang yang belum terbayar? mungkin ada pajak lain? sedangkan barang tersebut tidak kami keluarkan?

    5. 5 afrobumi Februari 9, 2012 pukul 11:24 am

      @rere
      teksnisnya sekarang saya kurang jelas. tapi kalau efek ke perusahaan tidak ada. hanya kalau pengurusan fasilitas kepabeanan (jalur hijau) bakal sulit karena sudah pernah melakukan kesalahan.
      yang anehnya barang anda kok bisa sampai jadi tidak dikuasai? apakakah tidak pernah dilakukan pengurusan?

      Kalau mau lebih jelas bisa ke BKLI kantor tempat barang anda bermasalah.

    6. 6 agus Maret 7, 2012 pukul 10:50 am

      mas bro… bisa info SOP beserta peraturan terkait nya mengenai BTD, BDN dan BMN nya….

    7. 7 afrobumi Maret 7, 2012 pukul 11:40 am

      coba lihat disini, kalau SOPnya berdasarkan itu juga.

    8. 8 masketur Mei 19, 2012 pukul 3:43 pm

      mas rere saya coba membantu menjawab setau saya..

      berdasarkan uraian saudara sepertinya belum pernah melakukan importasi sebelumnya, saran saya hati2 jangan mudah percaya dengan omongan orang2 tdk bertanggung jawab. oke saya coba rinci pertanyaan dan jawabban saya
      1. barang yang tdk dikuasai jika dalam jangak waktu 60 hari tdk diurus maka akan segera ditetapkan sebagai :
      a. lelang
      b. jika masuk kategori larangan pembatasan maka ditetapkan sebagai Barang milik negara kemudian ditetapkan lagi :-hibah, lelang BMN, peruntukan lainnya.
      c.Musnah
      barang bapak sudah masuk 60 hari belum dari tanggal manifest/kedatangan kapal?jika belum maka sebaiknya segera diurus , jika sudah maka jangankhwatir karena proses untuk sampai dilelang dan penetapan lainnya sesuai UU masih panjang prosesnya seperti dicacah dulu, diteliti apakah masuk lartas atau tdk, dibuatkan skep jika lartas ditetapkan sebagai BMN dan jika bukan dan ada nilainya maka dilelang, jika tidak ada nilainya maka akan dimusnahkan seperti makanan, minuman, dan sejenisnya..

      2. memang pada saat impor data yang dipake adalah data perusahan bapak sebagai consignee walaupun yang mengimpor adalah perusahan pelayaran/ekspedisi tetapi jika bapak tdk mempunyai ijin coba pake notify atau perusahan yang memiliki ijin untuk barang tersebut, masalah data manifest yang keliru bisa diredres atau dirubah data manifest(namanya Redress consignee/notify) bapak datang aja ke kantor beacukai tg priok gedung eks kanwil ada seksi manifest yang sering melayani perubahan tersebut. sebenarnya semua bisa diurus dan ada jalan keluar cuma sepertinya bapak sedang didzolimi oleh org tak bertanggung jawab. klu boleh tau bpk pake PPJK (perusahan pengurusan jasa kepabeanan) namanya apa?

      3. Dampak yang akan bapak terima akibat kesalahan dokumen ini : tidak ada ada dampak secara langsung, cuma untuk pengurusan dokumen seperti jalur hijau akan terekam historynya saja dan bisa berdampak turun ke merah tapi klu importir baru pasti larinya ke merah dulu..jadi ga masalah…
      dampak lain yang timbul adalah :
      1. Jika barangnya telah ditetapkan untuk dilelang , dua hari sebelum dilaksanakan lelang bapak bisa menebus branag bapak asal sudah SPPB barang tsb bisa dikeluarkan
      sepanjang masih berstatus baarang tidak dikuasai bapak bisa batalkan BCF15nya dan melakukan proses pembatalan :mengajukan dok [pembatalan, pencacahan, jika jalur merah barang dicacah, pembayaran penumpukan, serta pembayaran penumpukan barang ditPP serta pengeluaran barang. klu boleh tau barangnya sudah masuk ke TPP belum, jika belum peluang untuk urus barangnya masih besar..
      2. jika ternyata barangnya sudah dilelang dan berstatus barang tidak dikuasai dan laku lelang maka selisih dari biaya penumpukan dan biaya lelang dll jika ada sisa akan dibalikan kembali ke consigneenya/importirnya
      dan biasanya bpk akan menerima pemberitahuan tentunya bahwa barang bpk telah laku dilelang wong ditetapin sebagai BCF 15 saja diberitahukan kok, bpk sudah terima belum surat pemberitahuan BCF 15nya.?

      mudah2an bisa membantu..
      jika kurang jelas bisa lansung ditanyakan ke BLKI Kantor PELAYANAN UTAMA TANJUNG PRIOK, bapak bisa dapatkan info langsung dari petugas dan tidak dipungut biaya apapun,disarankan jangan bertanya ke orang yang tidak bertanggung jawab…banyak penipu berkeliaran.

    9. 9 bundasimaHani September 12, 2012 pukul 10:54 am

      Adakah link atau dokumen penunjang mengenai prosedur pembatalan lelang/barang yang tidak dikuasai.
      Terimakasih.

    10. 10 muchlan Juli 17, 2013 pukul 9:48 am

      saya punya masalah di bea cukai surabaya sampai saat ini sudah berjalan 2 tahun tapi tidak ada kejelasan masih berstatus barang dikuasai negara.
      barang 2 item saya ditahan bea cukai karena diduga barang tersebut barang bekas. padahal perusahaan peng ekspor sudah menjelaskan mengapa baraang tersebut kelihatan bekas dan menyertakan surat statement bahwa barang itu adalah baru dan foto proses pembuatan mesin tersebut. setelah saya laporkan ke ombudsman pihak bea cukai meralat salah satu item barang yang dulu dinyatakan bekas menjadi baru tetapi pihak penyidik bea cukai tidak mau mengeluarkan barang tersebut dan mereka menginginkan surat impor barang bekas dan surat laporan surveyor. padahal dari awal saya tidak ada kepentingan dengan barang bekas. yang saya pertanyakan adalah.
      1. barang yang sudah di akui pihak bea cukai barang baru tapi tetap dinyatakan barang di kuasai negara. kenapa negara tetap merampas barang saya. gak malu apa negara merampas barang yang bukan haknya.
      2. dan ternyata seandainya salah satu barang itu adalah bekas walaupun belum terbukti bekas karena masing masing pihak mempunyai bukti contohnya. mesin itu bila dikatakan bekas terdapat fisik yang bisa dilihat seperti gear kalau bekas itu pasti gearnya lancip sedang kan barang tersebut tidak lancip hanya saja berkarat. nah seandainya itu bekas otomatis ceritanya begini saya ditipu oleh orang luar negeri sana sampai dinegara sendiri pihak aparatur negara menambah kerugian saya . bukannya kewajiban negara melindungi rakyatnya ?

    11. 11 6embelgunung Juni 26, 2014 pukul 10:57 am

      Sebulan yang lalu kami impor pakaian (shirts & t-shirts) sebanyak 36 Pcs sebagai Seragam di Perusahaan kami dari salah satu kantor kami di Thailand (Tertera di Akta Perusahaan bahwa shipper adalah merupakan salah satu pemegang saham) dikirim via DHL
      Ada notifikasi dari DHL bahwa barang impor kami membutuhkan LS, dan kami langsung tidak dapat memenuhinya karena barang sudah tiba di Bandara Soetta, lalu dari pihak DHL memberikan informasi bahwa barang bisa keluar dengan Surat Dispensasi dari Kemendag (pengeluaran tanpa LS), dan kami langsung mengajukan Surat Dispensasi tersebut ke Kemendag. Sampai saat ini Surat dari Kemendag belum juga mendapat persetujuan (kami cek di website, posisi masih di Subdit) dan akhirnya DHL memberitahukan kepada kami bahwa barang impor sudah masuk List Gudang Negara karena sudah 30 hari di TPS.
      Kami agak kecewa juga sebarnya ketika pihak DHL sudah tidak bisa melanjutkan proses impor kami setelah barang masuk Gudang Negara (TPB) dan menyarankan agar kami urus sendiri atau menggunakan jasa broker / PPJK lain.
      Kami pasrah, awalnya kami meminta barang dikeluarkan sebagian (10 Psc) sesuai regulasi saat ini, tapi info dari DHL proses pengeluaran barang sudah dengan sistem PIB bukan dengan PIBK jadi tidak bisa. Lalu kami meminta barang di RTO (re-ekspor) kirim kembali ke negara asal, tetapi pihak DHL juga tidak bisa bantu karena permintaan RTO itu hanya bisa dilakukan kurang dari 7 hari dari notifikasi pertama (kedatangan barang), dan saran pihak DHL pun barang di RTO (re-ekspor) sendiri atau melalui jasa broker/PPJK lain.

      Mohon bantuan bagaimanakah kelanjutan barang impor kami?

      1. Apakah masih bisa keluar dengan menunggu Surat Dispensasi dari Kemendag yang belum tahu akan ditolak atau disetujui.
      2. Re-ekspor oleh PPJK lain (dengan catatan PIB sudah keluar dari DHL)
      3. Sudah tidak dapat dikeluarkan maupun di re-ekspor

      Terimakasih…
      Salam hormat

    12. 12 afrobumi Juni 26, 2014 pukul 11:16 am

      seperti kata DHL, bisa pakai impor biasa. selain LS, setau saya untuk t-shirt importir juga harus ada NPIK TPT.

      masih bisa keluar kok, coba konfirmasi ke kantor bea cukai tempat barang tersebut masuk. setidaknya pemberitahuan barang tersebut niat untuk dimasukan, tinggal nunggu LS aja.

    13. 13 wahyu April 26, 2016 pukul 12:36 pm

      mbak saya mau nanya ni, apa alasannya pemilik barang tidak mengambil barangnya yang masih ada digudang impor? sehingga banyak barang milik penumpang menumpuk di dalam gudang. apa tidak ada surat pemberitahuan dari pihak gudang kepada pemilik barang agar segera mengambil barangnya ?
      makasi ya mbak.


    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s




    About me

    me

    I am currently 25 years old. Some old post maybe not relevant to current situation, and will not be updated. you may look for comment section or ask me anything.

    timeline

    Maret 2009
    S S R K J S M
    « Feb   Apr »
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    3031  

    Kategori

    GALLERY

    Eid Mubarak Illya
    Eid Mubarak Illya
    full size

    Happy Birthday Miku

    full size

    Contact

    aacom_jaksen@yahoo.com

    bumikitta.wordpress.com

    Arsip


    %d blogger menyukai ini: