Akhir dari Penantian, Pengharapan, dan Kekesalan

Bab I : Akhir dari Penantian

Selesainya ujian saya dan teman-taman disibukkan oleh kegiatan-kegiatan yang sifatnya hanya untuk memenuhi kalender kerja saja. Yang mana kegiatan ini memerlukan banyak dana yang entah harus ngerampok siapa atau instansi mana.

Seharusnya pada saat liburan seperti ini kami mulai mencari dana dengan mengajukan proposal ke senior-senior. Tapi hal tersebut dibatalkan. Alasannya bermacam-macam mulai dari saya yang tidak bisa dihubungi, ternyata proposal belum siap, pada saat penyusunan kembali proposal anggotanya tidak serius, ada yang mudik(gak mau dipanggil balik), ada yang liburan(jauh 10.000 km ke arah timur), dan lain sebagainya. Kalau gak kompak gini mana bisa menghadap senior, bisa bisa nanti dicebur ke laut. Sebenarnya sih alasannya kalau hanya dengan anggota juma segitu(kurang dari jumlah jari tangan) pun tidak bisa kompak bagaimana dengan satu kantor, dan akan mudah dihancurkan. Setelah berpusing-pusingan dengan masalah proposal akhirnya acara kebaktian luar ruangan(re-treat/liburan rohani) pun dibatalkan. Cih!

Kini setelah melihat rencana kerja ternyata ada kegiatan lain yang kata mereka cocok diadakan pada bulan-bulan liburan seperti ini. Rencananya kami akan mengadakan Sosialisasi sekaligus Try Out(tidak gratis) di kota Siantar. Ternyata untuk rencana yang ini pun bermasalah pada proposalnya, untungnya ada dana kas yang bisa dipinjam dulu untuk modal. Kami pun membicarakannya dengan teman yang ada di kota itu. Eh, ternyata sekolah-sekolah disana sedang sibuk mempersiapkan siswanya untuk menghadapi UN dan yang bisa didapatkan hanya dua sekolah. Dan setelah diteliti lagi setelah UN akan disusul dengan UAS(Ujian Akhir Sekolah) yang celakanya tidak sama setiap sekolah. Setelah ditimbang-timbang lagi ternyata pada awal-awal Mei mereka akan berangkat ke Medan untuk mengikuti Bimbingan Intensif menghadapi SNMPTN dan turunannya, dan biasanya mereka akan berangkat jauh-jauh hari untuk mencari kos-kos-an selama masa intensif tersebut. Akhirnya setelah melakukan dialog dengan informan berbagai sekolah di Siantar sana ditemukanlah hari yang tepat. Kami pun mengajukan rencana kami sekaligus surat jalan ke Siantar. Ternyata eh ternyata, kami ditolak yang alasannya “kalau pake nama instansi Try Out harus gratis, dan setiap keuntungan yang diperoleh haruslah disetor ke kas negara.”

Bangsat!!!

Gila dah capek-capek nyusun rencana kami ditolak. Kami hanya mendapat izin untuk sosialisasi yang entah dari siapa pula itu ya sudahlah.

Kamipun berangkat yang rencananya akan dua hari berada di kota tersebut dengan hanya melakukan sosialisasi dengan membagikan brosur. Bangsat, ada satu anggota yang tidak ikut berangkat, dan kurang-ajarnya melimpahkan tanggung jawabnya untuk mencetak dan mengedit brosur kepada saya. Kami melakukan perjalanan dengan bus yang super ekonomis, karena kami bergerak dengan uang sendiri.Setelah 3 atau 4 jam melihat pemandangan yang tidak begitu istimewa akhirnya kami sampai. Sesuai rencana begitu sampai kami langsung ke sekolah yang menjadi target. Again!!! Kaya’ nya selama liburan ini tidak ada renacana yang sukses. Kami ditolak karena sedang ada ujian praktek padahal sudah buat janji jauh-jauh hari.

Setelah mendapat kegagalan beruntun kami berencana untuk menghabiskan sisa hari dengan liburan di Parapat Lake Toba. Akhirnya penantian untuk liburan datang juga. Di sana kami menginap di Long Beach tepatnya di AjiBata, lebih detailnya di Tenda Biru. Tempat yang katanya menjadi tempat para pasangan tua, muda, atau campuran memadu birahi, tapi sialnya walaupun sudah terlihat 3 pasangan tapi tidak terdengar desahan sedikitpun. Cih!
Setelah bertemu dengan air rasanya ingin cepat-cepat nyebur ke air. Waktu pun dihabiskan dengan berenang tapi dipinggir aja, soalnya dalam. Bukan ga bisa berenang hanya saja mental kurang terlatih di tempat yang super dalam. Sialnya lagi makan disana seperti dipalak preman tapi dengan sukarela membayar. TAKAI!! muahal banGet! Selisih 12ribu dengan di Medan. Setelah makan yang waktu dihabiskan dengan cerita horor, cerita seks, main kartu dan lain sebagainya. Kesokan harinya kami melanjutkan perjalanan ke tempat lain, tidak ada yang menarik cuma perjalanan dikapal dan foto-foto aja.

Keesokan harinya kami pulang ke Medan. Dalam perjalanan saya melihat ada seorang ibu yang dengan tololnya membeli/ membuat mie instan yang disedu dengan air super panas untuk dia dan anaknya. Namanya bus pasti akan goyang-goyang, dan hasilnya mie instant tersebut tumpah mengenai anaknya. Bisa dirasakan sendiri kalau air yan super panas tersebut mengenai kulit anak-anak pasti akan melepuh. Tanpa disadari saya sudah mengeringkan kantong saya dalam perjalanan ini. Sial, tapi yang penting liburan.

 

Bab II : Akhir dari Pengharapan

Hari-hari setelah UAS aku mulai pasrah dengan hasil ujianku. Tidak berharap hasilnya bagus hanya ingin lulus saja, walau lulus bersyarat(IP dibawah 2.75). Sebenarnya kalau dari IP saya cukup percaya diri, namun ketantuan tidak boleh adanya nilai D membuat saya resah dan gelisah. Seperti pada tulisan sebelumnya ada beberapa pelajaran yang terpaksa dikesampingkan, akibatnya hasilnya jadi kurang baik.

Setiap kali ketemu dengan pegawai BDK kami sibuk menanyakan nilai, dan jawabanya tidak tahu. Bahkan ada yang bilang seperti ini :”;Ada yang DO kalian.(?)” Hah? lupa ngaasih tanda tanya ya mbak? kataku dalam hati. Tiba saat rapat kelulusan ternyata rapat ditunda karena ada nilai yang belum masuk. “Kenapa belum masuk?”, “Pertanda apa ya?”, “Apa dosennya ragu nentuin nilai?” Sejuta tanya meyerang akal sehatku. Setelah ditanya lagi katanya nilainya lumayan bagus, tapi aku tidak langsung percaya.

Minggu depannya akhirnya hari rapat kelulusan tiba, tapi kami terpaksa pergi ke Siantar untuk menjalankan tugas mulia(sosialisasi) sekaligus liburan. Entah memanfaatkan ketidakberdayaan kami untuk mencari fakta di Medan atau apa, ada kabar dari informan di BDK yang megatakan ada lima orang yang bakal di DO. Gila, masa’ ada lima orang? kalau cuma satu orang saya bisa percaya(siapa lagi kalau bukan aku). Berikutnya ada informasi lagi enam orang, wah BDK hobby buat oarang deg-deg-an nih. Untuk mencari kejelasan kami menelepon dosen langsung yang kira-kiara ikut rapat, katanya “hampir lulus semua”. Hah? berarti ada yang masih diperjuangkan nih. Bagai air di padang gurun ad informasi yang menyatakan kami semua lulus. Akhirnya bisa tenang, tapi harapan kok jadi naik. Ketakutan datang lagi dengan harapan IP bisa aman. Keesokan harinya ada informasi baru karena nilai sudah diumumkan, ternyata IP kami semua bisa dikatakan bagus diatas 3. Kalau peringkat sudah saya duga tidak begitu memuaskan saya pimpinan 25% orang-orang dengan nilai terendah. Sedikit ada penyesalan “kenapa saat ujian kemarin saya enak-enakan tidur ya?” Yah, karena sudah terjadi ya sudahlah.

 

Bab III : Akhir dari Kekesalan

Akhirnya setelah saya telantarkan selama satu bulan blog ini bisa di-update juga. Bukannya saya sengaja tapi karena akses internet dirumah saya sedang ada masalah. Dasar Telkom bangsat udah koneksi lambat, kerusakanpun ditangani lambat. Tapi sekarang sudah bagus dan saya bisa menulis lagi.

 

Bab IV : Pesan Moral

  1. Dalam merencanakan sesuatu haruslah dengan matang, kalau bisa dipersiapkan jauh-jauh hari. Minta petunjuk pada yang telah berpengalaman atau yang lebih ahli.
  2. Dalam melaksanakan sesuatu tidaklah harus selalu berhasil, lakukan yang harus dilakukan. Walau kadang hasilnya tidak menyenangkan, tapi percayalah ada hal yang menyenangkan yang mungkin akan dijumpai atau tidak disadari telah dilalui.
  3. Percayalah pada apa yang telah dilakukan, iman-i, dan doakan. Ingat kalau anda tidak mempercayai apa yang anda doakan, doa anda percuma.
  4. Jangan menyalahkan hal teknis(senjata,alat) yang anda gunakan. Tapi salahkanlah kemampuan anda yang tidak bisa menggunakan (senjata,alat) yang ada.

3 Responses to “Akhir dari Penantian, Pengharapan, dan Kekesalan”


  1. 1 bumikitta April 14, 2009 pukul 7:21 pm

    Sial dasar telkom! Jaringan internetnya ga beres, dah mahal lambat lagi.
    Disumpahi bangkrut kasihan, perbaiki dong!
    Bakaero TELKOM.

  2. 2 kucing ganteng gila kawin April 28, 2009 pukul 4:47 pm

    hahahahahahahaha….

    jangan lah marah bro q…
    hehehehehe,,,,
    mudah2an jadi nanti kita ret2….
    siap2 aja dieburin ke laut klo minta dana nanti,,,
    hehehehehehehehehe…
    ikut kau ya!

  3. 3 bumikitta April 28, 2009 pukul 5:53 pm

    ret2?
    Ret = liburan rohani?

    Kapan lagi? Setelah saya tinjau kalender saya, tidak ada waktu liburan panjang lagi tuh.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




About me

me

I am currently 25 years old. Some old post maybe not relevant to current situation, and will not be updated. you may look for comment section or ask me anything.

timeline

April 2009
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Kategori

GALLERY

Eid Mubarak Illya
Eid Mubarak Illya
full size

Happy Birthday Miku

full size

Contact

aacom_jaksen@yahoo.com

bumikitta.wordpress.com

Arsip


%d blogger menyukai ini: