Penghujung masa SMA (UN)

20 April 2009 mungkin merupakan hari yang dikakuti telah ditunggu-tunggu oleh seluruh anak SMA kelas XII (3rd year) dan sederajat pada tahun bersangkutan. Hari dimana mereka akan mengakhiri masa SMA-nya atau istilahnya tamat. Saya juga mengalaminya dulu.

Flash-back ke masa 2 tahun lalu….
Sudah dipenghujung masa. 3 bulan sebelum UAN persiapan belum maksimal, suasana kelas agak sedikit berubah terkena semacam sindrome tidak dikenal. Masyarakat kelas mulai sibuk diskusi (niatnya sih gitu), walaupun berakhir dengan saling curhat persiapan ujian.
Kemudian berhembus kabar bahwa akan ada ‘bantuan’ dari kepala sekolah. Gosip mulai beredar ada yang percaya dan ada yang tidak, walaupun sebenarnya pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya memang akan dibantu. Suasana di kelas belum berubah masih suram dengan teror-teror “kamu gagal”
Menjalankan tradisi rencana kerja organisasi sekolah, maka akan diadakan kebaktian luar ruangan sekalian memperingati paskah. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya tahun ini sepertinya kebanyakan dihiasi olah permainan yang tidak berguna, saya tidak merasa ada kesan tidak ada aura ilahi disini. Tapi di sini saya yang sebelumnya mulai ga jelas, mulai menetapkan perjanjian dengan Tuhan yang saya percaya. Alasannya kata-kata sang pembicara(tidak persis tapi maksudnya sama): "gunakanlah kuasa Tuhanmu, percaya padaNya". Saya yang saat itu berpikir bukan dari sisi fenomena keanehan, masa’ anak sendiri disuruh mencuri bahkan mencuri yang difasilitasi hanya untuk mencari makan. Ada tempat untuk meminta kenapa mencuri. Selanjutnya seperti agenda tahunan ada doa intensif untuk UN, disana saya dengar ada beberapa teman saya yang katanya sudah berkomitmen untuk tidak akan memerima jawaban-jawaban curang itu.
Tiba saat UN, seperti yang diperkirakan ujiannya berlangsung dengan aneh. Beberapa ketentuan tidak dilakukan oleh pengawas. Para siswa diperbolehkan membawa hp ke ruangan ujian. Ya sudah tentu itu adalah dukungan dari pengawas agar siswa saling ber-sms, bertukar jawaban, memberi info jawaban dari guru, chatting. Bahkan hebatnya sebelum waktu ujian selesai soal ujian saya diambil, dan katanya:"contek aja sama temanmu". Walaupun sebenarnya saya juga sudah menyerah.

Tahun lalu pun seperti itu juga kejadiannya. Kecurangan yang (kalau di kota saya waktu SMA) dilakuan atas kerjasama semua kepala sekolah atas instruksi dari walikota. Saya kok berpikir seperti manusia jaman sekarang mulai melonggarkan aturannya, mulai melegalkan/mewajarkan hal-hal yang tidak semestinya. Semakin tua bumi semakin buruk juga kelakuan penghuninya.

Mungkin dulu orang tua kita pernah mengajari kita ini-itu, jangan mencuri, jangan ‘nakal’lah. Mengirim kita ke Sekolah Minggu(Kristen) untuk menjadi manusia manusia yang baik. Tapi apa yang terjadi dengan saya 2 tahun lalu. Apa guru-guru tersebut tidak punya anak? Lucu sekali saudara-saudara, seorang orang tua menyuruh anaknya untuk berbuat curang.

Kenapa saya tidak ikutan? Selain karena sudah tertancap pedang perjanjian, saya tidak ingin terbawa arus yang aneh ini. Ada teman saya yang pernah berkata seperti ini " kalau di UN kita nyontek tidak ada yang dirugikan, kalau sewaktu SPMB baru salah karena ada oarang yang kehilangan kursi di PTN"(padahal beliau adalah seorang petinggi organisasi agama). Pembicaraan tersebut bukan berlangsung 2 arah, seperti orasi mendukung kecurangan itu. Dalam hati saya berpikir, diri anda sendiri bagaimana? Apakah suatu saat nanti anda berhak mengatakan "jangan menyontek" pada keturunan anda?

Kalau sistemnya seperti itu sih tidak perlu ada UN, wong siswanya sudah pasti lulus(tergantung keahian mencari informasi sih). Saya sempat berpikir bahwa UN itu adalah ujian terakhir untuk melatih, mendidik koruptor kecurangan. UN bagus untuk menyaring mana yang pantas lulus mana yang tidak. Kalau gagal ya sudah memang kemampuan tidak mencukupi, apa gunanya anda belajar selama tiga tahun kalau hanya untuk menyalin jawaban anak SD juga bisa tinggal ctrl+c terus ctrl+v. Pikirkanlah karena nantinya akan ada banyak rintangan yang menunggu anda, dan tidak mungkin anda akan melaluinya dengan sempurna. Pikirkan juga masa depan bumikitta ini, mau dibawa kemana kita kalau budaya yang seperti ini diteruskan. Suatu saat mungkin ada orang yang akan berharap: "saya tidak keberatan seandainya besok pagi ada meteor yang jatuh ke bumi dan memusnahkan umat manusia."

0 Responses to “Penghujung masa SMA (UN)”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




About me

me

I am currently 25 years old. Some old post maybe not relevant to current situation, and will not be updated. you may look for comment section or ask me anything.

timeline

April 2009
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Kategori

GALLERY

Eid Mubarak Illya
Eid Mubarak Illya
full size

Happy Birthday Miku

full size

Contact

aacom_jaksen@yahoo.com

bumikitta.wordpress.com

Arsip


%d blogger menyukai ini: