CATS(Customs Advance Trade System)

“Ada berita baik buat pelaku usha yang bergerak dibidang ekspor dan impor. Mulai Desember 2009, DJBC bakal melakukan ujicoba Customs Advance Trade Systems alias CATS.”

Sistem ini nantinya akan memungkinkan pengurusan izin dokumen ekspor-impor diluar pelabuhan atau secara elektronik. Hal ini penting untuk memangkas biaya logistic. Karena kinerja logistik Indonesia dinilai paling buruk di antara negara-negara kawasan. Salah satu indikator, mahalnya biaya logistik yang menyebabkan harga jual produk asal Indonesia kalah kompetitif dibandingkan negara lain. Deputi Menko Perekonomian Bidang Industri Perdagangan Edy Putra Irawady mengungkapkan, permasalahan daya saing produk Indonesia, terutama berasal dari mahalnya biaya logistik yang saat ini mencapai 14,8 persen dari ongkos produksi eksportir dan importir. Biaya ini biasanya berasal dari lamanya pengantrean pengurusan dokumen, pungutan liar, biaya diareal jembatan timbang, pengeluaran, dan lain sebagainya. Dengan penerapan CATS nantinya diharapkan biaya dapat ditekan menjadi 5% saja.

Sistem ini selain bias mempercepat proses pengurusan kepabeanan juga dapat meningkatkan keamanan(proses pengawasan). Direktur Informasi Kepabeanan dan Cukai Ditjen Bea Cukai Depkeu Hery Kristiono mengatakan, pengawasan aktivitas keluar masuk barang di kawasan industri dan berikat saat ini masih rendah. Barang-barang ekspor yang keluar hanya menggunakan segel kertas. Padahal segel kertas sangat mdah rusak, dan tidak ada penetapan rute khusus dari Pelabuhan(kawasan pabean) ke kawasan industri(kawasan berikat, TPB). Melalui CATS, nantinya dibuat sistem pengawasan yang terintegrasi dengan pelayanan bea cukai sehingga pergerakan kontainer dapat dimonitor. Jika kontainer tidak melewati rute yang ditetapkan atau segel terbuka, sistem akan langsung mengirimkan peringatan. Bila sudah melewati sistem ini, barang-barang ekspor tidak akan diperiksa lagi begitu tiba di tempat tujuan sehingga ongkos yang ditanggung eksportir akan berkurang. “Akhirnya barang kita menjadi lebih kompetitif,” kata Hery.

Sistem ini merupakan salah satu program INSW(Indonesia National Single Window), yang merupakan sistem informasi satu pintu guna memudahkan pihak luar mempelajari sistem yang digunakan di Indonesia terkait perdagangan, ekspor-impor, pertahanan, kesehatan, yang nantinya semua departemen akan terjaring disana. Karena CATS merupakan satu program dengan INSW tidak ada anggaran khusus untuk program ini.

Sistem ini rencananya akan diuji-cobakan pada akhir Desember 2009. Di Asia sendiri, Singapura dan Filipina tercatat sudah menerapkan system ini, dan Thailand dan Cina sedang mengembangkannya. Hal ini sejalan dengan upaya pembentukan Asean One Single Market pada 2015. Pembentukan ini ditargetkan untuk menekan harga jual barang antarnegara-negara Asia Tenggara (Asean). Pada periode tersebut juga akan dibentuk One Single Production di tingkat Asean. Setiap negara berharap menjadi production base.

Sudah sewajarnya kita juga ikut menerapkan CATS dalam system kepabeanan kita untuk meningkatkan daya saing produk-produk ekspor kita. Sesuai dengan yang diharapkan, Sistem CATS akan memotong biaya logistic yang akan membuat harga barang tidak akan setinggi yang sekarang. CATS ini diharapkan akan menjadi daya tarik bagi investor luar, karena nantinya setiap Negara akan menjadi production Base. Seperti sekarang, Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial. Sebagai contoh untuk pabrikkan Yamaha, YMKI menyumbang lebih dari 50% pruduksi sepeda motor di seluruh dunia, tapi pihak Yamaha belum berani mendirikan pabriknya di Indonesia, sedangkan lebih memilih Thiland sebagai sentral pruduksi untuk Asia Tenggara. Asumsi saya mungkin selain posisi Indonesia yang di ujung(berbeda dengan Thailand yang ditengah Asia), susahnya proses Ekspor-Impor dan ekonomi biaya tinggi di Indonesia.

CATS juga merupakan salah satu bukti dari reformasi birokrasi yang dilakukan di DJBC. Mungkin juga merupakan tindak lanjut dari SAFE-Fos(Safe Framework of Standard to Secure and Facilitate Global Trade) yang merupakan anjuran dari WCO(World Customs Organization) untuk administrasi kepabeanan modern, terutama di bidang trade facilitation, good governance, dan automation. SAFE-FoS memiliki empat pokok untuk dilaksanakan oleh setiap Negara anggota yaitu; penerapan advance electronic cargo information, penggunaan risk management, penggunaan non intrusive inspection (scanning), dan pemberian fasilitasi terhadap pelaku bisnis yang telah memenuhi standar (legitimate trade).

Mungkin salah satu kemudahan yang mungkin juga akan menjadi penyaring pengguna adalah sistem kepabeanan secara elektronik(EDI). Seperti INSW yang hanya diberikan kepada perusahaan yang memiliki jalur MITA dan jalur khusus dengan sejumlah persyaratannya, mungkin akan menjadi masalah bagi perusahaan kecil yang belum mendapatkan kepercayaan dari DJBC. Tapi untuk masa percobaan mungkin perlu diterapkan karena untuk mengurangi kemingkinan terjadinya penyelundupan besar-besaran. Walaupun CATS secara sistem dapat meningkatkan level keamana, tapi dengan proses yang mengunakan sistem elektronik akan memudahkan pemalsuan.

Perbaikan sistem pabean ini juga akan menuntut pembelajaran baru bagi pelaku bisnis dan keprofesionalismean dari DJBC. Tentunya perbaikan ini akan membawa bangsa kiata menuju bangasa yang lebih baik nantinya. Saya sendiri berharap nantinya Indonesia bisa menjadi Negara Industri yang maju juga. Apalagi dalam kondisi perekonomian dunia yang saat ini. Amerika telah jatuh sudah saatnya kita(yang tidak terlalu parah kena dampaknya) untuk mengambil alih.

4 Responses to “CATS(Customs Advance Trade System)”


  1. 1 pixtron Juni 2, 2009 pukul 2:24 am

    cats ini bagian dari (program) INSW atau realisasi dari INSW dengan program baru?

    terimakasih infonya.

  2. 2 bumikitta Juni 2, 2009 pukul 3:08 pm

    Bedanya apa ya?
    Yang jelas Cats ini bagian dari INSW. Karena cats ini baru rencana saya juga belum begitu tahu hal spesialnya selain sistem pengurusan dokumen.

  3. 3 Nasi Timbel Agustus 31, 2009 pukul 11:08 pm

    Saya harap ini terobosan Bea Cukai yang akan terus diperbaiki dan disempurnakan, tidak seperti terobosan Bea Cukai yang lainnya ,yang hanya mengadakan uji coba suatu system dengan beberapa voluntary dan setelah sekian tahun ujicoba itu tidak pernah di teliti lagi apakah harus mandatory atau harus di stop tetapi didiamkan saja menggantung,, itukan pemborosan biaya, waktu, dan pemikiran,, Ayo Bea Cukai,, segera buat terobosan yang menarik dan mutakhir dbanding negara2 asia,, sehingga investor semua merebutan memeluk kita,,

  4. 4 bumikitta September 4, 2009 pukul 10:38 pm

    Yah, kita lihat saya tahun depan. Kalau tidak berjalan mungkin saja persiapan belum cukup.

    Setau saya sih lagi menuju kesana.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




About me

me

I am currently 25 years old. Some old post maybe not relevant to current situation, and will not be updated. you may look for comment section or ask me anything.

timeline

Mei 2009
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Kategori

GALLERY

Eid Mubarak Illya
Eid Mubarak Illya
full size

Happy Birthday Miku

full size

Contact

aacom_jaksen@yahoo.com

bumikitta.wordpress.com

Arsip


%d blogger menyukai ini: