After Hiatus

Beberapa minggu terakhir ini saya disibukkan oleh tugas-tugas kuliah menjelang UTS yang cukup menyita waktu, sehingga waktu luang hanya bisa diisi dengan kegiatan tidur. Ada yang memang perlu dan ada yang tidak perlu dan tidak berguna sama sekali. Yah tidak perlu diceritakan juga.

Waktu yang terbuang ini terasa sangat sia-sia dan tak bermakna. Yah mungkin sayanya saja yang tidak mau mengambil hal positifnya karena memang tidak perlu. Saya tidak begitu suka pada hal yang tergantung pada prosedur atau kewajiban(hanya untuk memenuhi prosedur). Rasanya kalau bisa di-skip kenapa tidak? Yang pentingkan kita dapat objek dari pembelajarannya. Ingat yang pernting pointnya.

Misalnya untuk apa seorang mahasiswa Teknik belajar Statistika secara penuh dengan berjuta rumus(yang hanya bertugas menakuti mahasiswanya), sampai mengetahui dari mana sebuah rumus itu turun. Untuk seorang mahasiswa hapal secara persis ayat-ayat dalam UU, jika dalam 5 detik seorang mahasiswa lain(yang tidak hapal) bisa menjwab pertanyaan sama. Yang terpenting adalah pemahamannya.

Kita harus bertanya dulu inti dari belajar itu apa?

Supaya tahu, lebih tahu, tahu banyak, setidaknya dari yang sebelumnya. Tapi harus dibedakan tahu(bukan makanan) dan paham. Seperti ketika seseorang bertanya: "eh, kau kenal si-A(nama orang)?", kalau jawaban kita adalah: "oh, yang kuliah di situ kan?, jurusan itu kan?, tinggalnya di sana kan? nama orang tuanya ini kan?" dan yang lainya kita belum kenal si-A. Tapi kalau jawaban kita adalah "yang rambutnya begini? ngomongnya begini?" ditambah "yang kuliah di situ?" dan ketika pembicaraan berlanjut "yang sifarnya kaya’ gini?", itu baru disebut kenal/paham.

Untuk mengetahui keterangan pribadi si-A kita tidak perlu mengtahui orangnya, cukup membaca KTPnya atau surat keterangan pribadinya. Tapi kalau untuk mengenal kita harus mengadakan kontak langsung dengan si-A.Mungkin dengan pertemuan selama 10 menit kita bisa kenal siapa A, tapi untuk sekedar tahu bisa sampai 20menit.

Sama halnya dengan belajar untuk apa kita mengisi memori otak hal-hal yang bersifat ensiklopedia. Tentu saja tergantung dari objective dari pembelajaran tadi. Sebagai mahasiswa teknis untuk apa mengetahui mengapa-mengapanya, karena mereka seharusnya mengantarkan hasil. Untuk apa kita tahu membuat CSS kalau sourcenya banyak di internet.

Kalau disuruh memilih komputer, anda akan memilih komputer dengan hardisk 200GB terisi penuh dengan infirmasi atau komputer dengan kapasitas memori yang besar sehingga cepat? Kalau saya akan memilih yang cepat. Dengan OS(cara berpikir) yang memadai, memori besar(kecepatan berpikir).

Seperti kata orang bijak "belajar untuk mengetahui, bukan untuk tahu." Selama ini kita terus berpikir untuk tahu dan mengenyampingkan mengetahuinya.

Kita jadi berbuat untuk mengetahui secara mendalam hal yang kecil dan mengenyampingkan hal yang luas. Buruk juga untuk mengetahui hal umum saja. Sesuaikan objective pembelajarannya tadi juga sih.

Tapi ketika mahasiswa dihadapkan dengan kewajiban sepeti UTS, UAS, dan ujian lainnya dan waktu untuk persiapannya cuma(tinggal) 1 minggu bagaimana?

Sesuai dengan objective pembelajaran. Tujuan belajar saat UTS dan UAS apa? "Saya ingin lulus dalam ujian kali ini" lupakan mengetahui yang penting adalah tahu.

Sampai pada saat bekerja nanti mahasiswa tersebut hanya akan berada pada posisi staf. Yang menjadi informan dan tak pernah menjadi pengambil keputusan.

Lelah juga saya dibuatnya. Tugas bertumpuk ketika sedang UTS. Sekarang sudah selesai, dan tak ada satu pun hal sewaktu UTS yang saya ingat.

1 Response to “After Hiatus”


  1. 1 afro bumi Juni 20, 2009 pukul 9:55 pm

    Enam hari berseragam
    Rambutku telah mereka hancurkan
    Menyita ragam cerita
    Jelas sekali ku telah diredam

    Kuberdansa resah
    Diorbitkan rasa
    Ke hampa udara
    Tak terbersit hati
    Untuk berhenti

    Dipandang sebelah mata
    Aku bukan urutan terdepan
    Namun esok akhir pekan
    Waktunya tuk melepaskan beban

    Kuberdansa resah
    Diorbitkan rasa
    Ke hampa udara

    Tak terbersit hati
    Untuk berhenti

    Tak terbersit hati
    Untuk segera
    Berhenti


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




About me

me

I am currently 25 years old. Some old post maybe not relevant to current situation, and will not be updated. you may look for comment section or ask me anything.

timeline

Juni 2009
S S R K J S M
« Mei   Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Kategori

GALLERY

Eid Mubarak Illya
Eid Mubarak Illya
full size

Happy Birthday Miku

full size

Contact

aacom_jaksen@yahoo.com

bumikitta.wordpress.com

Arsip


%d blogger menyukai ini: