MonoChromatic Hour

Sebagian orang mungkin sudah tahu bahwa semalam merupakan earth hour, yang diperingati setiap sabtu terakhir Maret selama 1 jam (20.30-21.30). Bagi saya sendiri event ini sudah menjadi agenda tahunan sejak tahun lalu. Sebenernya baru tahu ada event seperti ini tahun lalu, sewaktu Jakarta secara official berpartisipasi dalam acara ini.

Earth hour sendiri sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2007 di Sidney, Australia. Baiknya pada saat itu masyarakat disana merespon baik event tersebut, hingga akhirnya diikuti oleh banyak partisipan lain. Saat ini sampai ini yang secara official berpartisipasi pada acara ini masih Jakarta sih, namun partisipan di kota lain juga banyak. Yah walaupun menurut hasil pantauan ku semalam tidak banyak orang yang sadar akn event ini di kota saya.

Tidak ada yang special pada earth hour tahun ini, mungkin karena (menurut pantauanku) pemberitaan media tidak seheboh tahun kemarin. Saya pun tidak menikmati ‘gelap-gelap-an’ seperti tahun kemarin, karena kebetulan saya sedang berada di luar rumah. Tapi tetap saja daerah teritorial saya, yakni kamar saya tetap menunaikan earth hour ini.

Earth hour bagi saya pribadi lebih ke acara bersenang-senang menikmati saat-saat gelap (walau hanya di kamar), ketimbang pesan sosial untuk bumi. Tapi coba bayangkan bila event ini benar-benar official dan didukung oleh semua pihak (terkecuali tempat-tempat yang vital), jika didukung oleh cuaca yang cerah kita akan melihat pemandangan langit yang megah dengan bintang-bintang dan cahaya bulan. Apalagi kalau festival khusus dengan cahaya luminous di jalan-jalan.

Saya sendiri sudah pernah merasakan berada di dunia MonoCrhomatic seperti itu. Kebetulan dulu di kota saya sering terjadi pemadaman listrik hingga empat jam, bahkan parahnya 2 kali dalam satu hari (sampai tiga malah!). Jika cuaca mendukung saya lebih memilih keluar rumah dan menikmati cahaya bulan, sambil bermain dengan peliharaan ku. Hal yang jarang terjadi mungkin saat bulan purnama, saya benar-benar seperti berada di MonoCrhomatic World. Saat itu sawah yang ada di dekat rumah terlihat bersinar hanya saja warnanya terkesan monochrome. Dan saya hanya bisa tersenyum sambil menikmati angin sepoi-sepoi😎 .

Intinya sih, bagi anda yang tidak begitu perduli dengan earth hour, bagaimana jika anda ikut berpartisipasi dengan tujuan bersenang-senang. Kadang-kadang dunia yang gelap juga terlihat indah loh! agar tidak terlalu silau dengan terangnya dunia, mata kita pun perlu diistirahatkan dengan MonoChormatic Hour ini. Bagaimana dengan anda tahun depan?

0 Responses to “MonoChromatic Hour”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




About me

me

I am currently 25 years old. Some old post maybe not relevant to current situation, and will not be updated. you may look for comment section or ask me anything.

timeline

Maret 2010
S S R K J S M
« Feb   Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Kategori

GALLERY

Eid Mubarak Illya
Eid Mubarak Illya
full size

Happy Birthday Miku

full size

Contact

aacom_jaksen@yahoo.com

bumikitta.wordpress.com

Arsip


%d blogger menyukai ini: